Tampilkan postingan dengan label Dewi Fatmala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dewi Fatmala. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Oktober 2012

Teknologi Hologram 3D


Pernahkah Sobat terpikir memiliki sebuah perangkat Teknologi Hologram yang memungkinkan sobat melihat tayangan yang bisa dilihat sampai 360 derajat? Dimanakah Teknologi Hologram 3D ini dikembangkan? Siapakah pengembang Teknologi Optik Hologram? Dan Bagaimana pula cara kerjanya? Mari kita simak saja.

Ilmuwan dari Universitas Arizona telah mengembangkan sebuah teknologi di mana satu hari dapat digunakan untuk menyimpan data dalam jumlah besar dalam bentuk holografik. Menurut salah satu ilmuwan Nasser Peyghambarian, optik Hologram akan menawarkan aplikasi masa depan dalam pengobatan dan manufaktur serta dalam industri hiburan. Tim peneliti dari Universitas Arizona telah mengumumkan bahwa mereka berhasil mengembangkan gerakan tercepat hologram 3D.

Nasser Peyghambarian adalah salah satu ilmuan yang menemukan Teknologi 3D Hologram ini. Beliau mengatakan bahwa"Teknologi seperti komunikasi langsung dengan hologram tampaknya hanya ada di film. Dan kami adalah para ilmuwan mencoba untuk membawanya keluar ke dunia nyata, "katanya, seperti dilansir Alam. "Tapi sekarang kita telah menunjukkan bahwa menciptakan hologram yang dinamis ukuran dan resolusi seperti dalam film akan menjadi sebuah kenyataan," tambahnya.


Nasser mengakui bahwa tantangan awal untuk mencapai kualitas hologram telah berhasil diatasi ketika tim berhasil menciptakan material yang mampu merekam dan menampilkan gambar 3D dengan refresh rate dua detik. Yang pasti, menurut Peyghambarian prototipe sistem informasi 3D dapat menangkap pengambilan gambar objek dari sudut yang berbeda - menggunakan 16 kamera untuk mengambil gambar dari objek setiap detiknya.

Gambar tesebut, selanjutnya diolah menjadi data pixel holografik oleh komputer dan mengirim sinyal dengan dua laser, yang kemudian menulis data dengan cara merekamnya. Selama proses penulisan, kedua bahan bergabung untuk menciptakan sebuah pola interferensi cahaya terang dan gelap, dan kemudian gambar 3D direkonstruksi dengan menembakkan cahaya lain.

Teknologi ini akan menjadi langkah awal dari teknologi masa depan. Saat ini sebagian besar perusahaan masih terfokus pada TV 3D dan gadget lainnya yang tidak memerlukan kacamata, dan tampaknya Toshiba akan menjadi perusahaan pertama yang akan merilis TV 3D yang tidak memerlukan kacamata ini. Set TV tersebut diungkapkan pada bulan Oktober tahun ini.

Kita ketahui bahwa dibioskop sekarang telah menampilkan beberapa film dengan menggunakan kaca mata teknologi 3D, namun perlahan hal ini akan membuat kita jenuh dan membuat mata jadi lelah karena mata terlalu fokus dengan efek yang ditampilkan. Awalnya memang menyenagkan namun coba gunakan kacamata 3D itu dalam waktu yang lama pasti akhirnya membuat sensasi menonton menjadi tidak nyaman. Tak perlu dikatakan, mengenakan kacamata menjadi menjengkelkan jika sobat berencana untuk menonton film 3D untuk waktu yang lama.

Kamis, 11 Oktober 2012

Robot Pengintai Modern

Sand Flea adalah robot pengintai berteknologi canggih yang di ciptakan untuk membantu dan mempersenjatai para tentara Amerika Serikat guna memperoleh informasi tentang musuh. Sekilas robot ini tampak seperti mainan biasa namun sobat pasti akan tercengang dengan aksi dan kemampuan yang dimiliki oleh robot ini.

Robot Sand Flea atau dalam bahasa Indonesianya disebut “Kutu Pasir” diciptakan oleh sebuah perusahaan terkemuka dibidang perangkat teknologi simulasi yang dikenal dengan nama Boston Dynamic, namun dengan berat 4,9 kg robot Sand Flea ini mampu melakukan loncatan setinggi 30 kaki atau +/- 10 meter ke udara.

Image From : http://bostondynamics.com
Menurut Boston Dynamic sebagai pembuat atau produsen robot ini, mencari sebuah informasi secara detail tentang musuh merupakan hal yang sulit untuk dilakukan mengingat resiko yang akan dihadapi begitu besar. Hal inilah yang membuat Boston Dynamic menciptakan sebuah robot sebagai salah satu alternatif yang dapat memudahkan para tentara dalam hal ini tentara Amerika Serikat yang terkenal garang dan pantang menyerah di medan pertempuran.

Kami menggunakan sensor berbasis kontrol dan komputasi untuk mengembangkan kemampuan kompleks. Tim pengembang kelas dunia kami membangun proyek ini untuk membangun prototipe, menguji, serta membangun proyek ini untuk pengujian lapangan,